Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Jalan Kaki Ke Sekolah Bikin Pintar?
Sebuah penelitian baru terhadap remaja yang tinggal di kota-kota Spanyol menyatakan bahwa anak perempuan yang berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah ternyata lebih mampu menyelesaikan ujian verbal dan matematika dengan lebih baik dibandingkan dengan mereka yang naik kendaraan. Bagaimana dengan anak laki-laki?
Sayangnya hal ini tidak berlaku bagi anak laki-laki. Baik anak laki-laki yang berjalan kaki maupun yang naik kendaraan, tidak terlalu tampak perbedaan yang berarti dalam masalah kecerdasan ini.
Pada anak perempuan sendiri, mereka yang menempuh perjalanan lebih lama ke sekolah dengan berjalan kaki ternyata juga memiliki nilai ujian yang lebih tinggi. Hal ini pun terlepas dari aktivitas olahraga yang mereka lakukan di luar sekolah.
Para ahli mengatakan bahwa otak remaja akan mengalami perubahan yang penting pada struktur dan fungsinya. Dan para ahli meyakini bahwa aktivitas fisik akan memberikan efek positif untuk hal ini. Aktivitas fisik akan meningkatkan aliran darah ke otak dan akan meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan faktor kunci lainnya yang berperan dalam proses belajar.
Selain itu, diduga waktu perjalanan yang lebih lama ke sekolah dibandingkan dengan naik kendaraan akan memberikan kesempatan bagi anak untuk menyiapkan diri secara mental untuk menghadapi harinya. Dan hal ini pun juga tergantung dari kondisi lingkungan tempat anak tersebut berjalan kaki. Berjalan kaki di lingkungan yang padat dan ramai tentunya akan memberikan hasil yang berbeda dengan berjalan kaki di daerah yang tenang.
Namun, peneliti masih belum dapat menjelaskan kenapa hal ini tidak berpengaruh bagi anak laki-laki. Penelitian yang lain terhadap anak Swedia juga menemukan hal yang sama. Menurut mereka, kemungkinan hal ini dikarenakan anak laki-laki memang selalu lebih aktif daripada anak perempuan secara keseluruhan. Sehingga tambahan aktivitas fisik seperti berjalan kaki ke sekolah tidak terlalu memberikan perubahan yang berarti.
Sayangnya hal ini tidak berlaku bagi anak laki-laki. Baik anak laki-laki yang berjalan kaki maupun yang naik kendaraan, tidak terlalu tampak perbedaan yang berarti dalam masalah kecerdasan ini.
Pada anak perempuan sendiri, mereka yang menempuh perjalanan lebih lama ke sekolah dengan berjalan kaki ternyata juga memiliki nilai ujian yang lebih tinggi. Hal ini pun terlepas dari aktivitas olahraga yang mereka lakukan di luar sekolah.
Para ahli mengatakan bahwa otak remaja akan mengalami perubahan yang penting pada struktur dan fungsinya. Dan para ahli meyakini bahwa aktivitas fisik akan memberikan efek positif untuk hal ini. Aktivitas fisik akan meningkatkan aliran darah ke otak dan akan meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan faktor kunci lainnya yang berperan dalam proses belajar.
Selain itu, diduga waktu perjalanan yang lebih lama ke sekolah dibandingkan dengan naik kendaraan akan memberikan kesempatan bagi anak untuk menyiapkan diri secara mental untuk menghadapi harinya. Dan hal ini pun juga tergantung dari kondisi lingkungan tempat anak tersebut berjalan kaki. Berjalan kaki di lingkungan yang padat dan ramai tentunya akan memberikan hasil yang berbeda dengan berjalan kaki di daerah yang tenang.
Namun, peneliti masih belum dapat menjelaskan kenapa hal ini tidak berpengaruh bagi anak laki-laki. Penelitian yang lain terhadap anak Swedia juga menemukan hal yang sama. Menurut mereka, kemungkinan hal ini dikarenakan anak laki-laki memang selalu lebih aktif daripada anak perempuan secara keseluruhan. Sehingga tambahan aktivitas fisik seperti berjalan kaki ke sekolah tidak terlalu memberikan perubahan yang berarti.
Nikel Pada Perhiasan Ternyata Bisa Bikin Alergi
Jakarta, Perhiasan merupakan sesuatu yang indah dan berharga serta yang jadi favorit kaum hawa. Tapi apa jadinya bila kulit sangat sensitif dan alergi terhadap perhiasan?
Alergi perhiasaan biasanya mengacu pada suatu respons alergi terhadap nikel yang ditemukan di sebagian besar perhiasan. Bahkan emas berkarat tinggi sekalipun dapat memiliki kandungan nikel yang dapat menyebabkan masalah bagi sebagian orang.
Umumnya alergi nikel berkaitan dengan anting-anting dan perhiasan untuk tindikan tubuh lainnya. Selain pada perhiasan, nikel juga ditemukan dalam bahan tali jam, gesper ikat pinggang, kancing jeans atau bingkai kacamata.
Alergi nikel dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia. Seseorang dapat mengalami alergi nikel setelah satu bersentuhan dengan nikel abaik secara berulang atau dalam jangka waktu lama.
Gejala yang ditimbulkan dari alergi ini sebagian besar terjadi pada kulit yang bersentuhan dengan perhiasan mengandung nikel.
Seperti dilansir dari Ehow, Jumat (4/6/2010), gejala-gejala alergi perhiasan adalah:
1. Ruam dan gatal-gatal pada kulit yang bersentuhan dengan perhiasan. Reaksi ini biasanya hanya terjadi pada kulit yang bersentuhan langsung, tapi tak jarang juga dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya.
2. Rasa kesemutan dan gatal setelah perhiasan dikenakan selama sekitar 20 menit.
3. Benjolan pada kulit, kemerahan atau perubahan warna kulit Kering bercak kulit yang dapat menyerupai luka bakar
4. Alergi perhiasan dapat terjadi dengan cepat dan menjadi ruam lepuh, merah atau berair dalam beberapa hari setelah kontak langsung.
Untuk mengatasi dan meringankan gejala alergi perhiasan ini, dapat dilakukan cara sebagai berikut:
1. Jauhlah perhiasan yang mengandung nikel bersentuhan langsung dengan kulit
2. Bila kasus-kasus infeksi menyebabkan reaksi alergi terjadi, antibiotik mungkin diperlukan untuk meringankan keluhan
3. Menahan godaan untuk menggaruk daerah sekitar kulit yang gatal. Menggaruk dapat merusak kulit dan menyebabkan iritasi, serta memungkinkan bakteri untuk masuk ke kulit yang teriritasi. Setelah ini terjadi, infeksi dengan cepat dapat menyebar ke jaringan sekitarnya.
4. Bila masih ingin menggunakan perhiasan, Anda bisa gunakan stainless steel, emas murni atau 925 sterling perhiasan perak. Ini merupakan perhiasan yang bebas kandungan nikel.
5. Kunjungi dokter dermatologis (spesialis kulit) bila gejala dan keluhan yang kunjung reda.
Sumber:
Detik Health
Alergi perhiasaan biasanya mengacu pada suatu respons alergi terhadap nikel yang ditemukan di sebagian besar perhiasan. Bahkan emas berkarat tinggi sekalipun dapat memiliki kandungan nikel yang dapat menyebabkan masalah bagi sebagian orang.
Umumnya alergi nikel berkaitan dengan anting-anting dan perhiasan untuk tindikan tubuh lainnya. Selain pada perhiasan, nikel juga ditemukan dalam bahan tali jam, gesper ikat pinggang, kancing jeans atau bingkai kacamata.
Alergi nikel dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia. Seseorang dapat mengalami alergi nikel setelah satu bersentuhan dengan nikel abaik secara berulang atau dalam jangka waktu lama.
Gejala yang ditimbulkan dari alergi ini sebagian besar terjadi pada kulit yang bersentuhan dengan perhiasan mengandung nikel.
Seperti dilansir dari Ehow, Jumat (4/6/2010), gejala-gejala alergi perhiasan adalah:
1. Ruam dan gatal-gatal pada kulit yang bersentuhan dengan perhiasan. Reaksi ini biasanya hanya terjadi pada kulit yang bersentuhan langsung, tapi tak jarang juga dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya.
2. Rasa kesemutan dan gatal setelah perhiasan dikenakan selama sekitar 20 menit.
3. Benjolan pada kulit, kemerahan atau perubahan warna kulit Kering bercak kulit yang dapat menyerupai luka bakar
4. Alergi perhiasan dapat terjadi dengan cepat dan menjadi ruam lepuh, merah atau berair dalam beberapa hari setelah kontak langsung.
Untuk mengatasi dan meringankan gejala alergi perhiasan ini, dapat dilakukan cara sebagai berikut:
1. Jauhlah perhiasan yang mengandung nikel bersentuhan langsung dengan kulit
2. Bila kasus-kasus infeksi menyebabkan reaksi alergi terjadi, antibiotik mungkin diperlukan untuk meringankan keluhan
3. Menahan godaan untuk menggaruk daerah sekitar kulit yang gatal. Menggaruk dapat merusak kulit dan menyebabkan iritasi, serta memungkinkan bakteri untuk masuk ke kulit yang teriritasi. Setelah ini terjadi, infeksi dengan cepat dapat menyebar ke jaringan sekitarnya.
4. Bila masih ingin menggunakan perhiasan, Anda bisa gunakan stainless steel, emas murni atau 925 sterling perhiasan perak. Ini merupakan perhiasan yang bebas kandungan nikel.
5. Kunjungi dokter dermatologis (spesialis kulit) bila gejala dan keluhan yang kunjung reda.
Sumber:
Detik Health
Tags:
Kesehatan
Tips Mencegah Flu
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Memelihara kesehatan lebih baik daripada menderita sakit. Ini bisa dilakukan dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin atau ramuan yang menyehatkan.
Salah satu makanan tersebut adalah sup ginseng yang bermanfaat menjaga kesehatan dan membantu menyembuhkan flu. Sup ini terbuat dari ayam kampung dan sesuai namanya menggunakan ginseng yang khasiatnya sudah dikenal luas.
Cara membuatnya mudah. Angco dan ginger spring dicuci lalu direbus dengan ayam selama 5 menit. Kemudian rebus kaldu ayam bersama garam, merica dan vitsin selama 3 jam. Sebelum disajikan, semua bahan dijadikan satu lalu dihangatkan sebentar. Siap untuk disantap.
Sup menggunakan ayam kampung karena relatif lebih ‘sehat’ dibandingkan bukan ayam kampung yang biasanya mengkonsumsi makanan yang mengandung obat-obatan tertentu dan mendapat suntikan untuk menggemukkan. Bagi yang bosan dengan ayam dan ingin variasi, bisa menggantinya dengan burung dara.
Sedangkan ginsengnya menggunakan ginseng Amerika yang menurut Kevin tak ‘sekeras’ ginseng Korea, namun tetap berkhasiat. Kemudian angconya berkhasiat meningkatkan trombosit pada penderita demam berdarah.
Sup ginseng cocok terutama untuk orang tua. Boleh juga dikonsumsi anak-anak asal jangan banyak-banyak mengingat sifat ginseng yang keras. Pencernaan anak-anak mungkin tak tahan terhadap ginseng.
Sup ginseng itu seperti jamu yang berkhasiat menyehatkan tubuh dan membantu menyembuhkan flu. Cocok disantap ketika musim hujan terutama di daerah pegunungan yang dingin untuk menghangatkan tubuh, namun juga baik dinikmati ketika musim kemarau untuk daya tahan tubuh.
“Pada musim hujan ataupun kemarau, kondisi tubuh kan harus tetap fit agar tak mudah terserang penyakit,” ujar chef yang sudah berpengalaman bertahun-tahun ini.
Sup ginseng bisa disantap kapan saja, pagi, siang atau malam. Sup bisa menjadi menu pembuka. Teman minum sup yang tepat adalah teh hijau, namun bisa juga dengan jus buah bagi yang bosan atau tak suka teh hijau.
Salah satu makanan tersebut adalah sup ginseng yang bermanfaat menjaga kesehatan dan membantu menyembuhkan flu. Sup ini terbuat dari ayam kampung dan sesuai namanya menggunakan ginseng yang khasiatnya sudah dikenal luas.
Cara membuatnya mudah. Angco dan ginger spring dicuci lalu direbus dengan ayam selama 5 menit. Kemudian rebus kaldu ayam bersama garam, merica dan vitsin selama 3 jam. Sebelum disajikan, semua bahan dijadikan satu lalu dihangatkan sebentar. Siap untuk disantap.
Sup menggunakan ayam kampung karena relatif lebih ‘sehat’ dibandingkan bukan ayam kampung yang biasanya mengkonsumsi makanan yang mengandung obat-obatan tertentu dan mendapat suntikan untuk menggemukkan. Bagi yang bosan dengan ayam dan ingin variasi, bisa menggantinya dengan burung dara.
Sedangkan ginsengnya menggunakan ginseng Amerika yang menurut Kevin tak ‘sekeras’ ginseng Korea, namun tetap berkhasiat. Kemudian angconya berkhasiat meningkatkan trombosit pada penderita demam berdarah.
Sup ginseng cocok terutama untuk orang tua. Boleh juga dikonsumsi anak-anak asal jangan banyak-banyak mengingat sifat ginseng yang keras. Pencernaan anak-anak mungkin tak tahan terhadap ginseng.
Sup ginseng itu seperti jamu yang berkhasiat menyehatkan tubuh dan membantu menyembuhkan flu. Cocok disantap ketika musim hujan terutama di daerah pegunungan yang dingin untuk menghangatkan tubuh, namun juga baik dinikmati ketika musim kemarau untuk daya tahan tubuh.
“Pada musim hujan ataupun kemarau, kondisi tubuh kan harus tetap fit agar tak mudah terserang penyakit,” ujar chef yang sudah berpengalaman bertahun-tahun ini.
Sup ginseng bisa disantap kapan saja, pagi, siang atau malam. Sup bisa menjadi menu pembuka. Teman minum sup yang tepat adalah teh hijau, namun bisa juga dengan jus buah bagi yang bosan atau tak suka teh hijau.
Tags:
Kesehatan